|
Dr. Douglass Russell Dilts Meninggal Dunia |
|
|
Sabtu 15 Oktober 2011 siang, Dr. Douglass Russell Dilts telah dipanggil Sang Pencipta. Beliau meninggal dunia di Aceh dan akan dimakamkan di Karawang 16 Oktober 2011.
Beliau merupakan tokoh yang merancang metode pendidikan orang dewasa melalui kegiatan Sekolah Lapangan (SL) yang telah dikembangkan di 78 negara di asia, afrika, amerika latin, eropa timur tengah.
SL pada awalnya dikembangkan di Indonesia sejak tahun 1980an dengan nama program nasional PHT. Saat ini model SL tersebut bukan hanya dipakai untuk kegiatan pertanian, akan tetapi telah berkembang di luar pertanian seperti keanekaragaman hayati, pengendalian malaria, HIV/AIDS, pemberantasan buta huruf, advokasi, dan SL untuk anak-anak sekolah.
Beliau adalah tokoh yang telah banyak memberi INSPIRASI bagi banyak orang.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sang Pemulia Padi |
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Selasa, 13 September 2011 09:53 |
|
Sang Pemulia Padi Begitulah judul dari sebuah acara di metro TV From Zero to Hero. Acara tersebut ditayangkan pada tanggal 29 Agustus 2011. Menceritakan tentang kegigihan para Petani Pemulia di Indramayu yang diwakili oleh pak Warsiyah (petani Pemulia dari Desa Kalensari Kecamatan Widasari. Digambarkan bahwa pemuliaan tanaman padi oleh petani mulai mereka pelajari sejak tahun 2002, melalui kegiatan Sekolah Lapangan Pemuliaan Tanaman Padi dan sayuran Lokal yang difasilitasi oleh Yayasan FIELD Indonesia bekerjasama dengan para petani yang tergabung dalam IPPHTI (Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu) Kabupaten Indramayu. Kegiatan proses belajar tidak hanya selesai pada kegiatan Sekolah Lapangan saja (satu musim tanam), melainkan dilanjutkan dengan kegiatan Tindak Lanjut. Hal ini mengingat proses belajar pemuliaan tanaman padi dan sayuran tidak bisa selesai hanya dalam satu musim tanam. Kegiatan tersebut dilakukan minimal 8 kali musim tanam atau sekitar 4 tahun (dalam 1 tahun di Indramayu hanya 2 kali musim tanam). Hal tersebut dilakukan karena proses minimal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan galur padi yang stabil harus mencapai pada keturunan ke delapan atau ditanam sebanyak 8 kali, dengan proses seleksi yang ketat.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 14 September 2011 07:30 |
|
Selengkapnya...
|
|
MENGUBAH BUDAYA AGRARIS KE BUDAYA BISNIS PETANI: Sebuah Konsep |
|
|
FIELDnote2011 Foto: Petani Desa Nunuk, Indramayu melakukan studi penanaman sayuran di lahan (FIELD) Siang itu, Pak Mad Reban sepulang dari sawah beristirahat di teras rumah kayunya yang sederhana sambil mengipas-ngipas badannya pakai capingnya. Secangkir besar teh dan gula jawa menemaninya di hari yang panas. Sesekali dia menerawang jauh ke hamparan sawah depan rumahnya. Wajahnya nampak berseri-seri melihat tanaman padi yang mulai menguning. Sehabis sejenak melepas lelah, dia beranjak ke belakang untuk memindahkan kayu-kayu bakar, daun-daun kelapa, dan kulit-kulit kelapa ke halaman untuk di jemur. Siang itu matahari mulai tergelindir. Pak Mad Reban bergegas ke mushola yang hanya berjarak beberapa rumah. Ketika sampai di rumah lagi, makan siang sederhana sudah tersaji di dapur. Pak Mad Reban dan istri pun menikmati makan siang sambil berbincang-bincang tentang informasi baru yang ada. Maklum, sejak subuh tadi Pak Mad Reban sudah meninggalkannya pergi ke sawah.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Operasi Mandi Pestisida: Wereng Merajalela |
|
03.08.2011 11:49 Penulis : Samejo SKF(foto:dok/antaranews.com)

Ledakan hama wereng tengah mengganggu produksi beras di Jawa. Wereng mulai menyerang berbagai tempat di Jawa pada 2010. Serangan terparah terjadi di Jember, Banyuwangi, dan Lamongan di Jawa Timur; Klaten dan Pati-Kudus di Jawa Tengah; Karawang dan Subang di Jawa Barat; dan Pandeglang di Banten.
Tahun ini serangan wereng terus berlanjut, tetapi wereng juga bermigrasi ke berbagai tempat lain. Serangannya menyebar luas. Sebagian besar kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah kini mengalami serangan wereng yang parah dan menyebabkan kegagalan panen di banyak tempat.
|
|
Selengkapnya...
|
|
“KENAPA HARUS KE LUAR NEGERI KALAU DI DESA SENDIRI BISA MENDAPATKAN PENGHASILAN YANG SAMA…” |
|
|
BU NARDEM atau yang oleh teman-temannya dipanggil Adong ini adalah salah satu dari sekian banyak petani perempuan yang berperan aktif di lahan sawahnya di Desa Sliyeg Lor. Desa Sliyeg Lor adalah salah satu desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang banyak menghasilkan sayuran emes atau gambas. Pada awal kehidupan berrumah tangga, dia dan suaminya, Pak Narpan, tidak mempunyai lahan sawah. Seperti sebagian besar penduduk desa ini yang sebagai buruh tani, Mbak Adong dan suaminya juga hidup sebagai buruh tanam dan buruh panen. Baik di desanya sendiri maupun di desa sekitarnya. Bila saat musim tanam tiba, baik itu tanam padi maupun sayuran, sebagai buruh tanam, Mbak Adong bisa berangkat ke ‘kantor’-nya selepas waktu subuh. Dengan naik sepeda bututnya, Mbak Adong menuju ke desa dimana dia akan melakukan pekerjaan tanam, yang jauhnya bisa mencapai 13 kilometer.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 15 Juli 2011 04:49 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |